BMKG menetapkan sejumlah wilayah di Indonesia berstatus awas kekeringan meteorologis pada Dasarian I Oktober 2026. Sekitar 79,65 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan rendah (0-50 mm per dasarian), sementara hanya 0,36 persen yang diprediksi curah hujan tinggi. Risiko kekeringan semakin besar di daerah yang sebelumnya mengalami periode tanpa hujan panjang. Status awas tersebar di hampir seluruh provinsi, mulai dari DKI Jakarta, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, dengan total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 900.000 liter hingga 1 Oktober 2026.