Banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tibet telah menewaskan 392 orang dan menyebabkan 1.468 orang dilaporkan hilang. Jumlah korban ini diperkirakan masih akan berubah seiring proses pencarian dan masalah penghitungan ganda pasca-bencana.
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah (IFRC) melaporkan setidaknya 10.000 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini, dengan situasi di lapangan digambarkan sangat parah.
Ratusan warga negara asing termasuk dalam daftar orang hilang yang tersebar di kedua sisi perbatasan. Negara-negara yang warganya terdampak antara lain India, Amerika Serikat, Ukraina, Malaysia, dan China.
Dewan Pariwisata Nepal mencatat sedikitnya 667 wisatawan, baik lokal maupun asing, masih belum dapat dihubungi. Berbagai pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk melacak keberadaan warga mereka.