Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami 21 kali gempa letusan atau erupsi selama enam jam terakhir pada Jumat (28/8) dini hari.
Selain gempa letusan, gunung api tersebut juga mengalami gempa guguran, gempa hembusan, dan gempa tektonik jauh. Secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas dengan cuaca yang cerah, namun asap kawah tidak berhasil teramati.
Saat ini aktivitas vulkanik Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah serta di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak akibat potensi bahaya awan panas, lontaran batu, dan aliran lahar.
Sebagai antisipasi, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah memberlakukan penutupan total jalur pendakian sejak 26 Agustus 2026 lantaran terjadi kebakaran hutan di kawasan tersebut.