Operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran memicu krisis keuangan serius di tubuh Angkatan Laut AS. Pimpinan angkatan bersenjata terpaksa mengalihkan dana gaji untuk menutupi biaya operasi pertempuran yang sedang berlangsung.
Melansir The Guardian dari dokumen internal Pentagon, blokade laut dan operasi militer menguras persediaan amunisi hingga Angkatan Laut AS hampir kehabisan dana. Pos gaji kini diisi kembali memakai dana belum terpakai agar personel tetap menerima pembayaran yang cukup.
Anggaran Angkatan Laut AS tahun 2026 sekitar Rp5.323 triliun tidak mencakup biaya operasi melawan Teheran. Sementara itu, peluang Kongres menyetujui paket pendanaan darurat Rp1.188 triliun yang diajukan Gedung Putih juga dinilai sangat kecil.
Sebelumnya, laporan Center for Strategic and International Studies pada April memperingatkan bahwa AS berisiko kekurangan kritis rudal berpemandu presisi pada konfrontasi besar di masa depan akibat terkurasnya persediaan senjata.