Banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tibet yang disebabkan oleh runtuhnya gletser telah menewaskan sedikitnya 392 orang, sementara lebih dari 1.400 orang lainnya dilaporkan masih hilang. Bencana ini menyapu habis desa-desa, menghancurkan rumah, jembatan, dan bendungan.
Sebagian besar korban yang hilang adalah wisatawan asing dari berbagai negara seperti India, Amerika Serikat, dan China. Tim SAR dan tentara Nepal kini berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi penyintas dan mencari jenazah yang terkubur di bawah lumpur.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bencana tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser dan aliran puing-puing es, yang awalnya dikira sebagai gempa berkekuatan 4,4 magnitudo. Perubahan iklim disebut memperparah risiko pencairan gletser di wilayah Himalaya.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah telah mengunjungi daerah terdampak dan meminta bantuan segera untuk para pengungsi. Sementara itu, otoritas memperingatkan adanya risiko banjir susulan akibat tumpukan puing-puing yang menyumbat sungai dan membentuk danau baru.