Iran sedang mempersiapkan respons agresif terhadap serangan Amerika Serikat (AS) terbaru, dengan ancaman penyerangan target ekonomi dan militer. Peringatan ini disampaikan oleh Profesor Universitas Teheran, Seyed Mohammad Marandi.
Konflik memuncak setelah AS menyerang peluncur milik Iran di Selat Hormuz yang menewaskan dan melukai personel militer serta warga sipil. Sebagai pembalasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Yordania.
Marandi menyebut serangan AS tersebut sebagai kesalahan perhitungan fatal dan memprediksi respons Iran akan sangat menyakitkan. Ia menilai hal itu akan berdampak signifikan pada ekonomi AS dalam beberapa minggu ke depan, serta berpotensi memengaruhi pemilu paruh waktu di AS.
Pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan IRGC, menegaskan bahwa Teheran tidak mencari perang. Namun, mereka siap memberikan tanggapan tegas dan lebih dahsyat jika terjadi agresi atau serangan lanjutan.