Serangan udara Rusia yang intens dan berkelanjutan terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya telah menghancurkan 12 juta buku pelajaran di sebuah percetakan, tepat menjelang dimulainya tahun ajaran baru di Ukraina.
Selain merusak infrastruktur pendidikan, serangan tersebut juga menghantam gudang-gudang penyimpanan, menyebabkan rak-rak supermarket di Kyiv kosong. Serangan beruntun selama lima hari ini juga menewaskan puluhan warga sipil, termasuk 38 orang dalam serangan pada hari Sabtu.
Sebelumnya, serangan terhadap gudang di Kharkiv pada awal bulan ini telah menghancurkan 8 juta buku lainnya, yang dikutuk keras penerbit sebagai serangan terhadap budaya Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan sedang mempersiapkan serangan besar-besaran berikutnya terhadap infrastruktur energi.
Meski kegiatan belajar dijadwalkan dimulai kembali, belum jelas apakah orang tua akan mengirim anak-anaknya ke sekolah. Sekolah-sekolah sendiri telah menyiapkan tempat perlindungan serangan udara dan opsi pembelajaran secara daring sebagai langkah antisipasi.