Bank Indonesia (BI) telah menyalurkan 16,4 ton atau 93 persen dari total 17,6 ton bantuan logistik untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) per 30 Agustus 2026.
Deputi BNPB Raditya Jati menyebutkan bantuan tersebut dikelola melalui Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, dengan sisa stok 1.247 kilogram yang masih tersisa di gudang.
Distribusi bantuan telah mencapai sejumlah wilayah terdampak, seperti Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, dan Maumere, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Untuk mempercepat pengiriman, BNPB bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan TNI mendistribusikan bantuan melalui jalur udara, laut, dan darat.