Sejumlah media Israel, mulai dari Haaretz hingga Ynet dan Israel Hayom, kompak menyoroti memburuknya citra Israel di mata dunia. Indikasi ini terlihat dari aksi walkout puluhan delegasi saat pidato PM Benjamin Netanyahu di PBB, langkah Belanda yang menyasar produk permukiman, serta peringatan tentang meluasnya boikot dan memburuknya hubungan dengan AS.
Dalam artikel di Haaretz, seniman Palestina-Israel Tamer Nafar menilai dunia mulai melihat Israel dengan mata Palestina, mencerminkan meningkatnya kesadaran akan keterasingan dan kejahatan Israel. Pandangan serupa muncul di tiga laporan dan analisis Ynet serta Israel Hayom, meski media-media tersebut memiliki orientasi politik berbeda.
Dari media kanan hingga kiri, muncul gagasan berulang bahwa tekanan terhadap Israel tidak lagi sebatas kritik politik, tetapi telah diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak pada perdagangan, diplomasi, perjalanan, budaya, olahraga, dan penelitian ilmiah. Hubungan tradisional Israel dengan negara sekutu juga mulai mengalami kemunduran.