Di Balik Desingan Peluru dan Dentuman Bom, Perang Intelijen Antara Houthi dan Saudi Menentukan

Selasa, 29 September 2026 pukul 23.21
Di Balik Desingan Peluru dan Dentuman Bom, Perang Intelijen Antara Houthi dan Saudi Menentukan

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Peta kekuatan militer di Yaman tengah mengalami perubahan penting menurut analisis penulis Nawaf Obaid. Houthi dinilai berhasil memanfaatkan kelemahan di front barat melalui sistem komando dan kendali yang kompleks. Sistem tersebut memadukan informasi intelijen Rusia yang diperoleh via satelit dengan kemampuan Iran dalam mengolah dan memanfaatkannya untuk operasi lapangan. Selain itu, terdapat unsur infiltrasi manusia di dalam pasukan Perlawanan Nasional yang dipimpin Tareq Saleh. Menurut analisis Obaid, kemajuan Houthi bukan karena keunggulan jumlah pasukan, melainkan karena mereka memperoleh gambaran akurat mengenai posisi lawan, markas komando, jalur komunikasi, serta celah koordinasi antar pasukan lawan. Informasi ini memungkinkan Houthi mengeksploitasi kelemahan di kawasan pesisir barat Yaman. Dalam artikel opini yang diterbitkan Aljazeera, Obaid menjelaskan Rusia menyediakan intelijen geospasial berbasis satelit dan intelijen sinyal. Sementara Iran berperan mengintegrasikan informasi tersebut ke dalam sistem komando Houthi. Hal itu memungkinkan pelacakan pergerakan pasukan, posisi mereka, pola komunikasi, serta hubungan antarpimpinan.

Berita Terkait Lainnya