Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet besar-besaran dengan menggantikan Menteri Luar Negeri serta 10 pejabat lainnya. Kebijakan ini menandakan pergulatan strategis dalam struktur kepemerintahan baru.
Arrmanatha Nasir resmi ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan pejabat sebelumnya. Penunjukan diplomat senior ini diharapkan memperkuat diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Perubahan ini mencakup posisi-posisi strategis di berbagai kementerian dan lembaga negara. Media asing mulai menyoroti langkah ini sebagai sinyal arah kebijakan luar negeri dan tata kelola domestik Prabowo.
Reshuffle ini dianggap responsif terhadap dinamika geopolitik global dan tantangan internal. Pengamatan lanjut akan difokuskan pada kinerja kabinet baru dalam menjalankan program prioritas pemerintahan.