Pemerintah Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran, kali ini menyasar sektor otomotif, kereta api, manufaktur, dan logam. Sanksi ini menargetkan perusahaan-perusahaan besar Iran seperti SAIPA dan Iran Khodro Company (IKCO), serta produsen sepeda motor Niroo Motor. Selain itu, mitra dagang internasional Iran juga terkena imbas, termasuk Golden Motorcycle Company dari Indonesia, serta perusahaan suku cadang mobil di Uni Emirat Arab, Turki, dan Hong Kong.
Sektor kereta api Iran juga menjadi sasaran, dengan Perusahaan Kereta Api Republik Islam Iran (RAI) dan beberapa operator lainnya masuk dalam daftar sanksi. AS juga menargetkan perusahaan baja besar seperti HEPCO dan anak perusahaannya di Shanghai, serta perusahaan di UEA dan Jerman yang dituduh membantu industri baja Iran.
Sebelumnya, AS telah memberlakukan embargo terhadap maskapai penerbangan Iran yang mulai berlaku pada 23 September 2026. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa maskapai Iran akan ditutup di seluruh dunia, dan pihak ketiga yang membantu Iran akan tersingkir dari sistem perbankan Amerika.
Kebijakan ini bertujuan menekan perekonomian Iran di tengah konflik yang masih berlangsung, meskipun durasi embargo penerbangan belum dapat dipastikan. Sektor penerbangan Iran telah lama menghadapi kendala akibat sanksi yang membatasi akses terhadap pesawat, suku cadang, dan layanan pemeliharaan.