Kementerian Kesehatan melaporkan penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tujuh provinsi Indonesia, yang berdampak pada lebih dari 10,6 juta penduduk. Hingga akhir Agustus 2026, tercatat belasan warga harus menjalani rawat inap akibat dampak bencana ini.
Paparan asap memicu lonjakan gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), dengan total kumulatif mencapai 13.449 kasus di 63 kabupaten/kota. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan PPOK menjadi yang paling berisiko terdampak.
Kualitas udara di sejumlah wilayah seperti Pontianak tercatat berada pada kategori berbahaya dengan nilai ISPU mencapai 328. Mengantisipasi dampak kesehatan yang meluas, pemerintah telah memobilisasi ratusan tenaga kesehatan dan mendistribusikan ratusan ribu masker serta peralatan medis ke daerah terdampak.
Kesiapan layanan kesehatan terus diperkuat dengan penyiapan ribuan Puskesmas, rumah sakit rujukan, dan laboratorium kesehatan, serta kesiapsiagaan layanan PSC 119 untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan medis yang maximal.