Pemerintah Indonesia melakukan upaya mitigasi bencana dengan mengerahkan 8.000 kilogram garam untuk memerangi kebakaran hutan.
Garam tersebut digunakan untuk teknik penyemaian awan (cloud seeding) yang bertujuan memicu hujan buatan di atas wilayah yang terbakar.
Upaya ini diambil untuk mempercepat proses pemadaman api, mencegah perluasan area kebakaran, dan meminimalisir dampak asap bagi masyarakat.