Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkobar berminggu-minggu di Kalimantan dan Sumatra telah menyebar ke Malaysia, Brunei, hingga Filipina, menyebabkan kualitas udara melonjak ke tingkat berbahaya. Puluhan ribu orang mengalami gangguan pernapasan, sekolah-sekolah di Sarawak ditutup, 1,4 juta siswa di enam provinsi Indonesia beralih ke pembelajaran daring, dan sejumlah penerbangan di Pontianak terganggu.