Presiden Vladimir Putin menyatakan Rusia sedang memenangkan perang di Ukraina dan menyebut kepemimpinan Ukraina sebagai "teroris" yang tidak bisa diajak bernegosiasi oleh Moskow.
Dalam komentarnya yang paling rinci dalam beberapa minggu terakhir, Putin mengakui serangan Ukraina di wilayah Rusia menimbulkan kerusakan nyata dan pesawat nirawak menghadirkan tantangan tersendiri. Namun ia tetap menegaskan Rusia terus maju di medan perang, dengan berkata, "Saya tidak ragu musuh akan runtuh," tanpa mau menyebutkan kapan hal itu akan terjadi.
Putin juga menyebut rumor Rusia akan terpaksa memerintahkan mobilisasi militer baru sebagai "omong kosong belaka." Setelah empat setengah tahun perang berlangsung, Rusia kini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, sementara pembicaraan damai yang dimediasi AS terhenti pada Februari setelah AS dan Israel terlibat perang dengan Iran.
Di dalam negeri, jajak pendapat menunjukkan kelelahan akibat perang yang kian meningkat di Rusia, dan sejumlah pihak berpengaruh memperingatkan tekanan terhadap perekonomian negara tersebut.