Bencana banjir bandang meluluhhantakkan wilayah pegunungan di perbatasan Nepal dan China, menyebabkan hampir 2.500 orang dilaporkan hilang. Otoritas kedua negara tengah meningkatkan upaya evakuasi dan penyelamatan secara masif.
Berdasarkan data Otoritas Pengurangan Risiko Bencana Nepal, sedikitnya 579 orang dikonfirmasi tewas dan 1.924 orang belum ditemukan. Korban hilang tersebut mencakup ratusan warga negara asing dari India, Malaysia, Australia, dan Amerika Serikat.
Di sisi China, dilaporkan tujuh orang tewas dan 554 orang lainnya masih hilang. Jumlah total korban yang hilang ini hampir dua kali lipat dari perkiraan awal.
Bencana dahsyat tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser pada Rabu, yang menyebabkan aliran es, lumpur, bebatuan, dan air deras menerjang sebuah lembah serta menghancurkan permukiman warga di Nepal.