Nepal menghadapi ancaman banjir bandang dan tanah longsor kedua usai bendungan alami yang menampung 2,5 juta kubik air meluap pada Jumat (28/8) waktu setempat.
Meluapnya bendungan yang terbentuk dari pertemuan sungai ini menyulitkan tim penyelamat dari China untuk melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di area perbatasan. Batuan dan tanah di sekitar lokasi kini dalam kondisi gembur dan rentan mengalami longsoran sekunder.
Pemerintah distrik Rasuwa, Nepal, telah menerima informasi terkait meluapnya danau tersebut dari pihak China. Para ahli sedang memantau dua danau penghalang yang berisiko memicu banjir susulan, meskipun skala diperkirakan tidak sebesar peristiwa sebelumnya.
Tantangan utama dalam beberapa hari mendatang adalah sistem cuaca yang terus memunculkan hujan, sehingga volume air di belakang bendungan dikhawatirkan akan terus bertambah dan berpotensi jebol.