Bambang Setiawan (60), korban tewas dalam kerusuhan demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, akhir Agustus 2026, tengah menyiapkan usaha baru untuk menambah penghasilan keluarganya. Anaknya, Wisnu (35), mengungkapkan bahwa almarhum berencana membuka usaha minuman dingin Teh Solo.
Rencana tersebut muncul karena usaha toko kaca yang dijalankan Bambang selama tiga bulan terakhir mengalami masa sepi dan nyaris tidak memberikan pemasukan. Ia pun mencari alternatif dengan berencana berjualan minuman di depan toko cerminnya.
Untuk mewujudkan usaha tersebut, Bambang sudah mengumpulkan uang dan membeli berbagai perlengkapan seperti termos es, hanya tersisa mesin press yang belum dibeli. Ia juga sempat berdiskusi dan meminta bantuan putranya, Wisnu, yang sehari-hari bekerja di bidang minuman.
Sayangnya, niat Bambang untuk memulai usaha minuman demi memperbaiki perekonomian keluarga harus kandas akibat insiden kerusuhan yang merenggut nyawanya.