Rumah Sakit Kanker Dharmais menandai satu dekade layanan transplantasi sumsum tulang pada 2026, sebagai upaya memperkuat penanganan kanker darah di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pasien berobat ke luar negeri. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan hal ini dalam perayaan satu dekade layanan tersebut, Rabu (30/9/2026).
Dante menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan transplantasi haploidentik, yaitu transplantasi dengan donor yang memiliki kecocokan HLA sekitar 50 persen, guna mengatasi kesulitan mendapatkan donor yang sepenuhnya cocok. Hingga 2026, RS Dharmais telah melakukan 16 transplantasi sel punca hematopoietik dan pada hari yang sama melakukan transplantasi ke-17.
Direktur Utama RS Dharmais, dr. Eniarti, menyatakan bahwa layanan yang telah terstandarisasi mencakup transplantasi alogenik dengan donor cocok penuh, dan ke depan pihaknya mengembangkan transplantasi haploidentik agar pilihan donor lebih luas. Meski demikian, keputusan transplantasi tetap mempertimbangkan kondisi medis pasien dan faktor klinis lainnya.
Tantangan utama yang masih dihadapi adalah pembiayaan, karena satu pasien transplantasi sumsum tulang membutuhkan biaya setidaknya Rp1,2 miliar. Dante mendorong pembahasan pembiayaan agar pasien yang membutuhkan terapi tersebut memiliki akses yang memadai, seiring dengan penguatan ekosistem pelayanan kanker nasional melalui Rencana Aksi Nasional Kanker.