Kelahiran prematur memerlukan perawatan intensif di NICU, namun perjuangan bayi prematur tidak berhenti setelah keluar dari NICU. Setelah pulang, bayi membutuhkan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal, termasuk pemenuhan nutrisi, pemantauan pertumbuhan, dan stimulasi perkembangan.
Pemenuhan nutrisi, terutama melalui ASI, menjadi aspek penting setelah bayi keluar dari NICU. Ibu membutuhkan dukungan untuk mempertahankan produksi ASI, baik selama bayi dirawat maupun setelah pulang. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan juga harus dilakukan secara berkesinambungan, dengan konsultasi ke tenaga kesehatan bila ada kekhawatiran.
Pendekatan Family Integrated Care (FICare) melibatkan orang tua dalam perawatan bayi selama di NICU, membantu membangun ikatan dan pemahaman orang tua. Dokter spesialis anak neonatologi Tetty Yuniati menekankan bahwa kehadiran keluarga membantu bayi bertumbuh, bukan hanya bertahan hidup.
Dokter spesialis anak I.G.A. Nyoman Partiwi menambahkan bahwa keluar dari NICU bukan akhir perjuangan, melainkan awal proses tumbuh kembang di rumah. Buku 'Bayi Prematur Menjemput Harapan' membahas perjalanan bayi prematur secara menyeluruh, menekankan pentingnya kolaborasi antara dokter, tenaga kesehatan, dan keluarga untuk mendukung potensi terbaik bayi prematur.