Bank Sampah Unit (BSU) Gempita di Kota Bekasi berhasil mengubah sampah plastik bernilai rendah seperti kantong, styrofoam, dan bubble wrap menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui mesin pirolisis seharga Rp28,5 juta. Mesin ini mampu mengolah 5 kg plastik per proses dan menghasilkan premium, minyak tanah, serta solar.
Pengolahan ini didukung hibah Rp100 juta per RW per tahun dari Program Lingkar Keren. Prosesnya melibatkan pemanasan plastik dalam tabung tertutup, lalu uap dialirkan ke kondensor untuk menghasilkan cairan yang dipisahkan menjadi beberapa jenis BBM. Hasil awal masih hitam dan perlu destilasi lanjutan untuk mendapatkan cairan bening.
Tujuan utama BSU Gempita bukan menjual BBM, melainkan mengurangi volume sampah plastik yang sulit didaur ulang. BBM yang dihasilkan digunakan sendiri untuk bahan bakar kendaraan roda tiga pengangkut sampah dan mesin potong rumput.
BSU Gempita berharap metode ini dapat diterapkan oleh bank sampah lain agar tidak hanya mengumpulkan sampah anorganik bernilai jual, tetapi juga mengolahnya.