Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerima dukungan dari Liliane Foundation, lembaga nonpemerintah asal Belanda yang fokus pada pemenuhan hak dan pemberdayaan anak serta pemuda penyandang disabilitas. Dukungan disampaikan Programme Manager Liliane Foundation Belanda, Classina Nicole, dalam pertemuan dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang juga dihadiri NLR Indonesia serta mitra lokal Aura Lentera dan Rumah Literasi.
Classina menyebut Banyuwangi menjadi satu-satunya daerah yang menerima tiga program sekaligus, meliputi Community Based Rehabilitation (CBR), Meaningful Youth Participation, dan Body Talk yang berfokus pada pencegahan kekerasan seksual berbasis gender. Program tersebut dilaksanakan pada periode 2025-2028 melalui skema Building Effective Networking (BEN) yang berjalan di delapan kabupaten/kota di tiga provinsi.
Program BEN di Banyuwangi telah menjangkau 155 anak penyandang disabilitas di tujuh desa, dengan pendampingan individual oleh CBR Worker menggunakan Individual Rehabilitation Plan (IRP) Logbook. Pendampingan mencakup bantuan administrasi kependudukan, akses jaminan sosial seperti PBI, hingga layanan terapi gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati Ipuk mengapresiasi dukungan tersebut dan menegaskan komitmen Pemkab Banyuwangi menjadi daerah inklusif melalui berbagai program, seperti Rembug Disabilitas tahunan, pendidikan inklusif, formasi ASN bagi penyandang disabilitas, pelatihan kerja terapan, serta fasilitasi legalitas usaha UMKM penyandang disabilitas. "Semangatnya adalah setara," pungkasnya.