Surabaya mengembangkan ekosistem kesehatan berbasis Rukun Warga (RW) untuk menggeser fokus pelayanan dari kuratif menjadi promotif dan preventif, guna mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah mencapai sekitar 70 juta peserta hingga akhir 2025. Namun, keberhasilannya tidak hanya diukur dari jumlah pemeriksaan, melainkan tindak lanjut terhadap warga yang berisiko sakit.
Tantangan cakupan CKG di Jawa Timur baru mencapai 32 persen pada Juli 2026, mendorong perluasan layanan hingga tingkat kelurahan dan posyandu agar lebih mudah diakses masyarakat.
Pemerintah Kota Surabaya mengandalkan program Satu RW Satu Tenaga Kesehatan dan ribuan Posyandu Keluarga untuk memastikan warga berisiko tetap dipantau dan tidak terabaikan setelah pemeriksaan.