MOROWALI, SULAWESI TENGAH — Pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang obat, dokter, ruang perawatan, dan fasilitas medis. Cara tenaga kesehatan menyambut, berkomunikasi, serta memberikan rasa nyaman kepada pasien juga menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan. Hal inilah yang tengah didorong Direktur RSUD Morowali, Maskur, S.Kep., Ns., M.M., melalui konsep “Senyum Melayani” sebagai salah satu langkah untuk membangun budaya pelayanan yang lebih ramah dan humanis kepada masyarakat. 
Konsep tersebut tidak sekadar mengajak tenaga kesehatan untuk tersenyum kepada pasien. Lebih dari itu, “Senyum Melayani” diarahkan menjadi bagian dari perubahan budaya kerja agar setiap masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan dengan sikap yang baik, ramah, dan profesional. Maskur mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan secara terus-menerus. Menurutnya, masyarakat yang datang ke rumah sakit tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga membutuhkan rasa nyaman selama menjalani proses pelayanan. 
“Saya sekarang buat pelatihan untuk senyum itu. Senyum melayani, ” ujar Maskur saat berbincang sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/8/2026). Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah yang dilakukan manajemen RSUD Morowali untuk meningkatkan kemampuan dan sikap pelayanan tenaga kesehatan. 
Ia menilai, interaksi antara petugas dengan pasien menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Karena itu, tenaga kesehatan didorong untuk tidak hanya bekerja berdasarkan tugas dan prosedur, tetapi juga mampu memberikan pelayanan dengan pendekatan yang lebih manusiawi. 
“Bagaimana masyarakat itu nyaman, ” kata Maskur menjelaskan tujuan dari pelatihan tersebut. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari pembenahan internal RSUD Morowali. Maskur mengakui bahwa peningkatan kualitas pelayanan membutuhkan dukungan berbagai aspek, termasuk pelatihan sumber daya manusia. 
Ia mengatakan, selama beberapa tahun sebelumnya terdapat keterbatasan alokasi anggaran untuk kegiatan pelatihan. Setelah dirinya menjabat sebagai direktur sejak Februari 2026, pembenahan mulai dilakukan secara bertahap dengan menempatkan peningkatan kualitas pelayanan sebagai salah satu perhatian utama. “Kami tidak pungkiri bahwa pelayanan harus selalu ditingkatkan. Setiap saat, ” tegasnya. Menurut Maskur, pelayanan yang baik tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas kesehatan. Sikap petugas ketika berhadapan dengan pasien juga menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika mendapatkan pelayanan. Karena itu, melalui “Senyum Melayani”, RSUD Morowali berupaya membangun kebiasaan sederhana yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien. Program tersebut juga diharapkan dapat menciptakan suasana rumah sakit yang lebih nyaman, terutama bagi pasien dan keluarga yang...