Sejumlah Ruang Perawatan Direnovasi, Direktur RSUD Morowali Pastikan Pelayanan Masyarakat Tetap Maksimal

Senin, 24 Agustus 2026 pukul 21.02
Sejumlah Ruang Perawatan Direnovasi, Direktur RSUD Morowali Pastikan Pelayanan Masyarakat Tetap Maksimal

Sumber Berita Asli

EKSPOS INDONESIA - Berita Terbaru

Baca di Website Asli ↗

 
 MOROWALI, SULAWESI TENGAH — Keterbatasan ruang perawatan tidak menyurutkan komitmen RSUD Morowali untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sejumlah ruangan saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi, sehingga kapasitas pelayanan rumah sakit untuk sementara ikut berkurang. Direktur RSUD Morowali, Maskur, S.Kep., Ns., M.M., mengatakan pihaknya terus mencari berbagai langkah agar keterbatasan ruangan tidak menghambat masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. 
 Hal itu disampaikan Maskur saat diwawancarai sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/8/2026). Menurut Maskur, kondisi keterbatasan ruang saat ini terjadi karena sejumlah ruangan, termasuk beberapa ruang perawatan di lantai dua dan lantai tiga, sedang dalam proses rehabilitasi. 
 “Jadi kami sebenarnya sudah berbuat. Kami berusaha yang terbaik untuk masyarakat. Cuma memang ada keterbatasan, ” ujar Maskur. Ia menjelaskan, proses rehabilitasi tersebut membuat sejumlah ruangan untuk sementara tidak dapat digunakan. Kondisi ini secara otomatis berdampak terhadap kapasitas tempat tidur yang dapat dimanfaatkan untuk merawat pasien. 
 “Lantai dua, lantai tiga itu saat ini direhab, sehingga tidak bisa dipakai. Ini keterbatasan ruangan, ” jelasnya. Selain ruangan yang sedang direhabilitasi, beberapa ruang perawatan lainnya juga harus dimaksimalkan penggunaannya. Maskur menyebut terdapat beberapa ruang seperti Mawar, Matahari, Kenanga dan Asoka yang harus diatur sedemikian rupa untuk mengantisipasi kebutuhan pasien. 
 Bahkan, kapasitas tempat tidur di sejumlah ruangan terpaksa dimaksimalkan. Ruangan yang dalam kondisi normal hanya diperuntukkan bagi dua tempat tidur, dalam situasi tertentu dapat diisi hingga tiga tempat tidur. “Harusnya hanya dua tempat tidur, saya sudah jadikan tiga tempat tidur. Kenapa? Untuk antisipasi. Jadi memang sudah tidak sesuai sesungguhnya, tetapi hanya untuk mengantisipasi, ” katanya. 
 Langkah tersebut, menurut Maskur, merupakan bentuk upaya rumah sakit agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan tetap dapat ditangani meskipun kapasitas ruang sedang terbatas. Ia menyebut, dari kapasitas keseluruhan yang ada, saat ini sekitar 150 tempat tidur yang dapat dimaksimalkan untuk pelayanan, sementara sebagian ruangan lainnya belum dapat digunakan karena masih dalam proses rehabilitasi. Di tengah kondisi tersebut, pihak RSUD Morowali juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari alternatif ruang yang dapat dimanfaatkan apabila kebutuhan pelayanan meningkat. Bahkan, kata Maskur, pihaknya membuka kemungkinan memanfaatkan ruangan yang tersedia, termasuk aula, sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila kondisi mengharuskan penambahan kapasitas pelayanan. “Kita maksimalkan. Kita berupaya, ” tegasnya. 
...

Berita Terkait Lainnya

Sejumlah Ruang Perawatan Direnovasi, Direktur RSUD Morowali Pastikan Pelayanan Masyarakat Tetap Maksimal - Gaya Hidup Kesehatan - Feedify