Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 14.23

Bangkok (ANTARA) - Otoritas Pariwisata Thailand (Tourism Authority of Thailand/TAT) pada Senin (24/8) menetapkan rencana pemasaran untuk 2027, dengan menargetkan peningkatan pendapatan pariwisata setidaknya 5 persen serta mengalihkan lebih banyak wisatawan ke destinasi baru yang sedang berkembang, sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan kembali pertumbuhan. Selain target pendapatan yang diukur berdasarkan capaian 2026, badan pariwisata negara tersebut menargetkan distribusi kunjungan wisatawan dengan rasio 60:40 antara kota primer dan kota sekunder, serta menempatkan Thailand di jajaran destinasi teratas di Asia dalam hal loyalitas wisatawan, dengan tujuan akhir menjadi destinasi terkemuka di kawasan tersebut yang bernilai tinggi dan bermakna. Mengusung tema "Tahun Transformasi" (The Year of Transformation), Gubernur TAT Thapanee Kiatphaibool mengumumkan rencana untuk mengalihkan fokus pertumbuhan pariwisata Thailand, dari mengejar jumlah wisatawan menjadi mengutamakan kualitas, nilai, dan daya saing jangka panjang. Thapanee juga mengatakan bahwa merek "Amazing Thailand" akan diposisikan ulang, dari destinasi yang menawarkan harga sepadan dengan nilai yang diperoleh menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman bermakna, dengan mengusung slogan "Pemulihan Diri adalah Kemewahan Baru" (Healing is the New Luxury). Dalam pernyataannya, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Atthakorn Sirilatthayakorn mengatakan bahwa kementerian tersebut telah ditugaskan untuk membentuk komite gabungan pemerintah-swasta guna mengembangkan Thailand sebagai destinasi wisata sepanjang tahun. Selain itu juga merumuskan langkah-langkah untuk mendorong perjalanan domestik, serta mengoordinasikan upaya peningkatan kualitas destinasi wisata. Atthakorn mengatakan salah satu arahan kebijakan utama untuk tahun depan adalah meningkatkan posisi negara Asia Tenggara tersebut sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman bernilai tinggi di bidang kesehatan, budaya, kuliner, olahraga, hiburan, dan pariwisata kreatif. Atthakorn juga menyoroti keselamatan wisatawan sebagai salah satu prioritas sektor pariwisata, dengan memasukkannya ke dalam sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan oleh pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk menghadapi perubahan pola perjalanan pada 2027. Pewarta: XinhuaEditor: Hanni Sofia Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.