Warung Roekoen di kawasan Kramat, Jakarta Pusat, menawarkan pengalaman kuliner rumahan dalam suasana bangunan berusia lebih dari satu abad yang kental dengan warisan budaya Tionghoa. Warung ini resmi dibuka pada April 2024 oleh Dade dan istrinya, awalnya untuk melayani penghuni kos perempuan di lantai atas, namun kini menarik banyak pengunjung luar karena keunikan tempatnya.
Bangunan tersebut merupakan peninggalan kakek istri Dade yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Interiornya sengaja dipertahankan seperti aslinya dan dihiasi berbagai ornamen, koleksi barang antik, serta dekorasi bernuansa Tionghoa dan Eropa yang sebagian besar merupakan warisan keluarga, menciptakan atmosfer vintage yang penuh nostalgia.
Menu makanan yang disajikan mengusung konsep masakan rumahan sederhana yang familiar, seperti nasi uduk, pempek, mi pangsit, hingga dimsum, dengan harga terjangkau sekitar Rp30.000 per menu. Dade sengaja menghadirkan makanan yang tidak mewah agar pengunjung merasa nyaman dan akrab seperti saat makan di rumah sendiri.
Selain menikmati kuliner, Warung Roekoen juga populer sebagai lokasi berfoto, termasuk untuk pre-wedding dan acara sekolah. Pemilik tidak memungut biaya sewa tempat untuk berfoto, asalkan pengunjung memesan makanan dan minuman dari warung tersebut.