Dokter spesialis paru Dr. dr. Feni Fitriani Taufik menguraikan tiga langkah pencegahan yaitu primer, sekunder, dan tersier untuk mengurangi risiko penyakit akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pencegahan primer meliputi upaya meminimalkan paparan asap dengan menghindari aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar, masyarakat disarankan menggunakan masker, kacamata, dan pakaian tertutup. Saat berada di dalam rumah, pintu dan jendela harus ditutup rapat, serta hindari kebiasaan menambah polusi dalam ruangan seperti merokok atau memakai obat nyamuk bakar.
Pencegahan sekunder dilakukan agar yang terpapar tidak jatuh sakit, dengan cara memantau gejala, menyiapkan obat pertolongan pertama, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika kondisi memburuk. Adapun pencegahan tersier ditujukan bagi pasien yang sudah terdampak untuk menjalani pengobatan dan perawatan secara optimal sesuai anjuran dokter.
Secara umum, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti istirahat cukup, kelola stres, perbanyak minum air putih, dan konsumsi makanan bergizi. Langkah ini penting sebagai benteng pertahanan tubuh, terlebih data Kemenkes mencatat sekitar tiga juta warga telah terpapar asap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.