Gangguan jiwa bukanlah tanda kelemahan atau kurangnya iman, melainkan kondisi medis yang memiliki dasar biologis nyata pada struktur dan fungsi otak. Hal ini menegaskan pentingnya dukungan pemulihan jiwa bagi orang dengan disabilitas psikososial, yang membutuhkan pendekatan medis dan sosial yang tepat. Dukungan tersebut dapat berupa akses layanan kesehatan mental, terapi, serta lingkungan yang inklusif dan tidak menghakimi. Dengan pemahaman yang benar, stigma terhadap disabilitas psikososial dapat dikurangi dan proses pemulihan menjadi lebih optimal.