Penerbit Erlangga menggelar diskusi edukatif di Panggung Utama Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Kamis, 1 Oktober 2026, membahas fenomena maraknya bimbingan belajar komersial di kalangan siswa. Diskusi ini menyoroti kebingungan pelajar dalam menentukan prioritas antara mengikuti les berbayar atau belajar mandiri melalui buku.
Penulis buku TKA, Iman Santoso, menegaskan bahwa keberhasilan belajar tidak harus melalui bimbel. Pengalamannya mengerjakan 24 dari 25 soal matematika tanpa les membuktikan bahwa buku panduan berkualitas seperti yang diterbitkan Erlangga sudah cukup untuk belajar mandiri. Materi ujian nasional dinilai telah selaras dengan kurikulum sekolah formal, sehingga buku bermutu tinggi mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa secara optimal.
Farellevi Al-Fasahbari, peraih nilai TKA Matematika SMA 2025 tertinggi se-Jawa Tengah, mahasiswa ITB, berpendapat bahwa siswa yang sudah memahami target dan cara belajar pribadi tidak perlu bimbel. Bimbel sering hanya berperan sebagai motivator eksternal, sementara jadwal padat berisiko menguras stamina. Psikolog anak dan remaja Wikan Putri Larasati mengingatkan pentingnya mengenali gaya belajar masing-masing dan memaksimalkan semua modalitas, seperti membaca sambil merangkum, untuk menghindari kepuasan semu.
Pelajar diimbau memadukan berbagai modalitas panca indra saat belajar mandiri di rumah, karena buku cetak berkualitas tetap menjadi rujukan utama yang tak tergantikan. Ketekunan pribadi dan pemilihan literatur tepat terbukti mampu melahirkan prestasi akademik nasional tanpa harus membiayai bimbel komersial.