Penerbit Erlangga mengupas fenomena kecemasan akademis yang menurunkan konsentrasi dan performa siswa dalam ujian pada Panggung Utama Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (1/10/2026). Psikolog anak dan remaja Wikan Putri Larasati menjelaskan bahwa tubuh tidak membedakan antara takut dikejar singa dengan takut menghadapi soal, sehingga memicu jantung berdebar dan keringat dingin. Ia merekomendasikan teknik pernapasan 4-7-8 untuk menenangkan sistem saraf dan mengembalikan fungsi otak rasional.
Mahasiswa ITB Farellevi Al-Fasahbari, pemilik nilai TKA Matematika 2025 tertinggi, berbagi pengalaman bahwa memaksakan berpikir saat lelah justru menimbulkan kejenuhan dan menurunkan keyakinan diri. Ia menyarankan untuk berhenti sejenak ketika merasa buntu dan menghindari mempelajari soal berat pada H-1 ujian.
Ketua MGMP Matematika Iman Santoso menambahkan taktik teknis pengerjaan soal, terutama karena TKA tidak menerapkan nilai minus. Ia menyarankan peserta mengisi semua soal, tidak terjebak pada soal sulit, dan memanfaatkan H-1 untuk mengingat materi serta membaca ulang soal yang pernah dikerjakan.
Ratusan pelajar yang hadir mempraktikkan langsung teknik olah napas terpandu di depan panggung utama, menciptakan suasana hening saat seluruh hadirin menutup mata untuk meredakan ketegangan fisik.