Nyeri sendi merupakan gangguan umum yang meningkat seiring usia dan dapat menghambat aktivitas. Sebuah tren olahraga menggunakan resistance band diklaim ramah terhadap sendi dan berpotensi mengatasi nyeri sendi. Resistance band adalah alat elastis yang memberikan resistensi fleksibel, sering digunakan untuk terapi fisik dan rehabilitasi. Cara penggunaannya melibatkan teknik menggenggam, pemilihan beban, pengaturan injakan, menjaga ketegangan, dan kontrol gerakan.
Studi dari National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa latihan resistance band efektif mengurangi nyeri sendi pada pasien osteoartritis lutut, memperbaiki gaya berjalan, dan meningkatkan fungsi sendi. Alat ini bekerja dengan memperkuat otot di sekitar sendi tanpa memberi tekanan berlebih, sehingga lebih ramah dibanding latihan beban. Namun, resistance band tidak menyembuhkan secara instan dan penggunaannya pada kondisi sendi bengkak atau cedera ligamen harus dengan pendampingan fisioterapis.
Penyebab nyeri sendi meliputi cedera, osteoartritis, infeksi virus, lupus, asam urat, obesitas, dan gaya hidup buruk. Mengelola berat badan, menghindari makanan tinggi purin dan gula, serta rutin berolahraga ringan seperti resistance band dapat membantu meringankan gejala. Dokter menekankan bahwa olahraga adalah intervensi yang didukung bukti untuk mengelola osteoartritis dan menjaga kesehatan muskuloskeletal.