Anak-anak di Gaza mengikuti inisiatif "Swim With Gaza" yang diselenggarakan Akademi Renang Tantish untuk menemukan kembali keceriaan masa kecil yang hilang akibat perang. Lebih dari 2.500 anak telah belajar berenang sejak program ini kembali digelar pada Juni.
Bagi peserta seperti Camelia Hadi (7) dan Ismail Qudaih (12), berenang bukan sekadar olahraga, melainkan momen berharga untuk melarikan diri dari trauma dan rasa takut akibat konflik. Di dalam air, mereka dapat kembali merasa seperti anak-anak biasa yang bisa bermain dan tertawa, sekaligus memberikan ruang untuk melepaskan beban psikologis.
Inisiatif ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi enam instruktur renang yang tewas selama perang. Selain itu, kegiatan ini menarik perhatian global dengan peserta di puluhan lokasi di seluruh dunia yang ikut berenang sebagai bentuk solidaritas.
Dampak perang terhadap mental anak-anak Gaza sangat parah, di mana survei menunjukkan 96 persen anak merasa kematian sudah dekat. Oleh karena itu, program renang ini hadir sebagai ruang aman yang krusial untuk membantu pemulihan psychologique dan mencegah trauma jangka panjang di tengah kondisi yang sangat sulit.