Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyaksikan penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia menegaskan pentingnya akses pembiayaan seperti KUR dan non-KUR bagi pelaku UMKM untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Melalui kolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya, Bank Jakarta menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang dengan total nominal mencapai sekitar Rp48 miliar. Rano Karno optimis dukungan modal ini akan meningkatkan kapasitas usaha para pedagang serta taraf kesejahteraan mereka.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menjelaskan program KUR tidak memerlukan jaminan dengan plafon hingga Rp100 juta. Sementara untuk non-KUR, pedagang dapat menjadikan lapak sebagai jaminan dengan plafon hingga Rp500 juta dan bunga sekitar 10 persen per tahun.
Agus menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak diukur dari nominal kredit yang disalurkan, melainkan dari perkembangan usaha pedagang, peningkatan omzet, serta makin banyaknya UMKM di Jakarta yang bisa naik kelas.