Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi pada Agustus 2026 mencapai 3,19% secara tahunan (yoy), meningkat dari 2,88% pada Juli 2026. Secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,21%, berbalik arah dari kondisi deflasi di bulan sebelumnya.
Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menyebutkan kenaikan inflasi tersebut utamanya dipicu oleh kelompok pangan bergejolak (volatile food). Inflasi volatile food melonjak signifikan menjadi 4,06% (yoy) dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 2,52% (yoy).
Untuk meredam lonjakan harga pangan, Destry menegaskan bahwa BI tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan daerah guna menjalankan program pengendalian inflasi pangan yang terpadu.
Di tengah gejolak harga pangan tersebut, inflasi inti (core inflation) masih terjaga dalam kondisi yang stabil. Inflasi inti pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,92% (yoy), sedikit meningkat dari 2,76% (yoy) pada Juli 2026.