Runtuhnya Bursa Saham dan Gejala Silent Recession

Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 11.21
Runtuhnya Bursa Saham dan Gejala Silent Recession

Sumber Berita Asli

Bloomberg Technoz - Berita Ekonomi dan Bisnis Terbaru Hari Ini

Baca di Website Asli ↗
Bursa saham Indonesia mengalami koreksi tajam sepanjang tahun 2026, dengan IHSG ambruk 31,35% secara year-to-date per 12 Oktober 2026. Berdasarkan catatan BEI, IHSG menjadi indeks saham dengan kinerja terburuk di dunia, jauh tertinggal dari indeks regional seperti SETI Thailand yang naik 24,77% dan Straits Times Singapura yang menguat 16,56%. Tekanan tidak hanya dirasakan di pasar keuangan, tetapi juga hingga ke level rumah tangga, mencerminkan gejala silent recession yang semakin nyata. Keyakinan konsumen melemah, fenomena downgrade semakin marak, dan tekanan daya beli terus terasa meskipun penjualan ritel masih mencatat pertumbuhan. Perhatian utama investor saat ini tertuju pada kajian penyedia indeks global seperti Morgan Stanley, di mana Indonesia masih mengalami pembekuan (freeze) oleh MSCI. MSCI menyoroti masalah transparansi dalam pembentukan harga saham di BEI, khususnya terkait sejumlah saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) sehingga harga yang terbentuk dinilai tidak mencerminkan transaksi riil. Situasi ini diperparah oleh tekanan eksternal yang menghantui pasar, dengan rupiah yang semakin terjepit dan IHSG yang terus amblas, menciptakan kombinasi tantangan bagi perekonomian Indonesia.

Berita Terkait Lainnya

Runtuhnya Bursa Saham dan Gejala Silent Recession - Ekonomi & Bisnis - Feedify