Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengungkap tantangan Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, dengan kebutuhan investasi lebih dari Rp 13.000 triliun dalam lima tahun. Ia menyoroti kondisi geopolitik dan geoekonomi global yang berubah, di mana pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan sekitar 3 persen pada 2026. Meski Indonesia mampu menjaga pertumbuhan 5,46 persen pada semester I 2026, peningkatan investasi menjadi kunci, dengan kontribusi investasi terhadap ekonomi naik menjadi 38-39 persen. Tantangan lainnya adalah memastikan kualitas investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperluas hilirisasi ke sektor perkebunan dan kelautan untuk mendorong industrialisasi yang kuat.