Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan PT Pertamina akan terlibat dalam investasi strategis melalui PT Danantara Investment Management (DIM) di perusahaan migas AS, HighPeak Energy, Inc. Investasi senilai US$250 juta atau sekitar Rp4,45 triliun ini merupakan aksi korporasi di bawah kewenangan Danantara.
Bahlil menilai keterlibatan Pertamina tepat selama bernilai ekonomis dan memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa Pertamina beroperasi di bawah Danantara, sehingga partisipasi dalam portofolio investasi global ini tidak masalah asalkan menguntungkan dan dapat menyuplai kebutuhan domestik.
Meski demikian, Bahlil menyerahkan penjelasan teknis dan operasional keterlibatan Pertamina kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani. Investasi ini menyoroti ladang shale oil di Cekungan Permian AS sebagai tujuan strategis.