Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mewacanakan moratorium atau penghentian sementara pembangunan smelter nikel. Wacana ini muncul sebagai bagian dari evaluasi kebijakan hilirisasi nikel yang selama ini gencar dilakukan. Alasan utama moratorium adalah untuk mengendalikan produksi agar tidak overkapasitas, menjaga harga nikel global, serta memastikan pasokan bahan baku tetap berkelanjutan. Selain itu, moratorium bertujuan mendorong industri pengolahan nikel yang lebih terintegrasi dan bernilai tambah tinggi, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari ekspansi smelter yang masif.