Pupuk Indonesia Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbawa

Senin, 5 Oktober 2026 pukul 15.53
Pupuk Indonesia Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sumbawa

Sumber Berita Asli

CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia

Baca di Website Asli ↗
PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kabupaten ini mendapat alokasi terbesar di NTB, yaitu 1.000 ton dari total 4.083 ton untuk lima kabupaten/kota. Perusahaan menyiapkan infrastruktur distribusi berupa 2 gudang dan 7 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) serta menerjunkan tiga petugas untuk mengawal penyaluran. Saat ini terdata 10 kelompok pembudidaya dengan 90 anggota, namun kebutuhan yang tercatat baru 99 ton atau sekitar 9,9 persen dari alokasi. Pupuk Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pembudidaya yang memenuhi kriteria untuk segera mendaftar melalui penyuluh agar dapat memanfaatkan pupuk bersubsidi. Komoditas yang berhak menerima pupuk bersubsidi meliputi udang windu, udang vaname, bandeng, lele, patin, nila, mas, dan gurame, dengan ketentuan luas lahan maksimal 2 hektar untuk pembesaran serta 0,75 hektar (air tawar) dan 0,5 hektar (air payau) untuk pembenihan. Pembudidaya juga harus tergabung dalam Pokdakan dan terdaftar dalam e-RPSP. Bupati Sumbawa menekankan pentingnya pupuk sebagai kunci pertumbuhan plankton yang mendukung produktivitas tambak, dan meminta Dinas Perikanan mengawasi penggunaan pupuk agar tepat sasaran. Pemerintah menargetkan penyerapan pupuk bersubsidi sektor perikanan meningkat mulai Oktober.

Berita Terkait Lainnya