Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pinjaman online mencapai Rp106,94 triliun pada Agustus 2026, meningkat 22,07% secara tahunan. Kenaikan ini terjadi dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar Rp87,61 triliun dan naik Rp1,31 triliun dari bulan sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas OJK Agusman menyatakan pertumbuhan ini mencapai Rp19,33 triliun dibanding periode sebelumnya. Meskipun demikian, tingkat risiko industri juga tercatat naik, di mana tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) mencapai 4,73% pada Agustus 2026.
Angka TWP90 ini mengindikasikan peningkatan beban risiko dibandingkan 4,32% pada Juli 2026. Selain itu, outstanding pembiayaan Lembaga Pembiayaan (PVML) juga tumbuh 1,68% menjadi Rp514,08 triliun, sementara pembiayaan modal ventura naik 1,05% menjadi Rp16,50 triliun.