Pasokan Sawit Indonesia 2027 Tertekan, India Jadi Pasar Strategis

Rabu, 30 September 2026 pukul 20.16
Pasokan Sawit Indonesia 2027 Tertekan, India Jadi Pasar StrategisIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Pasokan minyak sawit Indonesia menghadapi tekanan pada 2027 akibat meningkatnya kebutuhan domestik dari implementasi biodiesel B50 serta potensi penurunan produksi karena El Niño. GAPKI memperkirakan produksi turun 2,9 persen menjadi sekitar 56,8 juta ton, sementara penyerapan domestik untuk B50 diproyeksikan mencapai 15,2–16,3 juta ton CPO per tahun. Perubahan tata kelola ekspor melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia juga akan berlaku penuh mulai 1 Januari 2027, meski GAPKI menegaskan kebijakan ini bukan pembatasan perdagangan. India menjadi pasar strategis karena menyerap hampir separuh kebutuhan sawitnya dari Indonesia, dengan ekspor triwulan I 2026 mencapai 988 ribu ton atau naik 28 persen secara tahunan. GAPKI menyambut penurunan bea masuk dasar CPO India dari 10 persen menjadi 5 persen dan memperkirakan kebutuhan impor India tetap 7–8 juta ton per tahun hingga 2030. Kerja sama dengan asosiasi industri India juga diperkuat melalui penandatanganan perjanjian baru dengan IVPA. Peluang lain datang dari Uni Eropa melalui I-EU CEPA yang memberikan kuota ekspor sawit dengan bea masuk nol persen, mulai dari 1,9 juta ton dan meningkat tiga persen per tahun selama sembilan tahun. Namun, pemanfaatannya bergantung pada kesiapan industri memenuhi Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR), termasuk ketertelusuran kebun petani kecil dan penyelarasan ISPO dengan sistem verifikasi Eropa. GAPKI menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan percepatan peremajaan sawit rakyat di tengah proyeksi harga sawit yang tetap tinggi pada 2027. Partisipasi GAPKI dalam GlobOil India 2026 di Mumbai didukung BPDP untuk memperkuat dialog dengan pembeli dan pelaku industri minyak nabati global, dengan kemitraan jangka panjang diarahkan pada produktivitas, keberlanjutan, dan ketertelusuran produk sawit Indonesia.

Berita Terkait Lainnya