DBS Indonesia bersama Batavia Prosperindo Aset Manajemen meluncurkan reksa dana syariah offshore bernama Batavia Gold Sharia Equity USD. Produk ini memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global di sektor emas, perak, logam mulia, dan komoditas terkait, dengan denominasi dolar AS. Langkah ini merespons dinamika ekonomi global dan peluang diversifikasi di tengah perubahan ekspektasi suku bunga serta harga energi menjelang kuartal IV 2026.
Menurut DBS CIO, emas dan komoditas masih berperan dalam portofolio terdiversifikasi, ditopang tren jangka panjang seperti kebutuhan sumber daya alam, transisi energi, dan pembangunan infrastruktur. Pada Agustus 2026, ETF emas global mencatat arus dana masuk 18 miliar dolar AS dengan total aset kelolaan 615 miliar dolar AS, didorong permintaan bank sentral dan investor jangka panjang.
Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menyatakan saham sektor emas cocok untuk investor dengan profil risiko agresif dan toleransi tinggi terhadap volatilitas. Portofolio reksa dana ini mencakup sekitar 56 perusahaan global yang dipilih berdasarkan kualitas manajemen, kondisi keuangan, tren pertumbuhan, dan pengelolaan risiko.
Investor dapat mengakses produk ini melalui aplikasi DBS digibank dengan pembelian awal minimum 10 ribu dolar AS, ditujukan untuk jangka menengah hingga panjang. Kinerja investasi tetap dipengaruhi pergerakan harga emas, kondisi pasar saham, dan ekonomi global, sehingga risiko perlu disesuaikan dengan profil masing-masing investor.