Konsensus Bloomberg memperkirakan kinerja perdagangan Indonesia pada Agustus masih timpang antara ekspor dan impor. Ekspor diproyeksikan melambat, sementara impor justru melaju dengan cepat.
Nilai ekspor Agustus diproyeksikan tumbuh 4,15% secara tahunan (yoy), turun dari 6,05% di bulan sebelumnya. Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar US$26,22 miliar.
Sebaliknya, impor diproyeksikan tumbuh pesat sekitar 30,47% yoy. Meski demikian, neraca perdagangan diprediksi tetap surplus sebesar US$700 juta, meningkat dari surplus Juli yang hanya US$122 juta.
Perlambatan ekspor dipengaruhi oleh kondisi sektor manufaktur mitra dagang utama, China. Data Purchasing Managers' Index (PMI) China kembali masuk zona ekspansi sebesar 51,7 pada Agustus.