PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 41.607.561 ton batu bara di Sumatra sepanjang Januari hingga September 2026, menyumbang 82 persen dari total 50.756.132 ton angkutan barang perseroan pada periode tersebut.
Batu bara menjadi komoditas terbesar dalam portofolio angkutan barang KAI, dengan operasional berpusat di Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjungkarang. Volume ekspor batu bara nasional mencapai 201,47 juta ton hingga Juli, dengan rata-rata bulanan sekitar 28,8 juta ton.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyoroti kebutuhan sistem logistik memadai untuk pergerakan komoditas besar secara terjadwal. Beberapa mitra logistik mencatat lonjakan muatan, seperti PT Turba Bara Bany Enim yang naik 157,5 persen menjadi 2.347.582 ton, PT Mustika Indah Permai naik 32,7 persen menjadi 3.609.664 ton, dan PT Bukit Bara Alam naik 26 persen menjadi 647.986 ton.
Meski total angkutan batu bara turun 1,48 persen dibanding tahun sebelumnya, KAI menegaskan potensi besar angkutan barang berbasis rel. Ekspor Indonesia Januari-Juli 2026 tercatat US$167,03 miliar atau tumbuh 4,43 persen, dengan sektor nonmigas mencapai US$160,01 miliar.