GAPKI Usul Kebijakan Biofuel Fleksibel, Sawit Bisa Dialihkan ke Ekspor

Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 03.45
GAPKI Usul Kebijakan Biofuel Fleksibel, Sawit Bisa Dialihkan ke Ekspor

Sumber Berita Asli

CNN Indonesia | Berita Terbaru, Terkini Indonesia, Dunia

Baca di Website Asli ↗
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan kebijakan biofuel yang lebih fleksibel, sehingga alokasi sawit untuk biodiesel dapat disesuaikan dengan harga minyak sawit dan minyak bumi. Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sarjono menyarankan subsidi biodiesel saat harga minyak bumi tinggi, namun mengalihkan sawit ke ekspor saat harga minyak sawit tinggi, mirip kebijakan Brasil. Fleksibilitas ini dianggap penting karena peningkatan konsumsi sawit domestik untuk biodiesel berpotensi mengurangi pasokan ekspor dan penerimaan negara dari pungutan ekspor yang menjadi sumber subsidi biodiesel. GAPKI memperkirakan ekspor CPO Indonesia bisa turun 3-4 juta ton pada 2027 seiring konsumsi domestik yang terus naik, sementara produksi CPO stagnan di kisaran 51-56 juta ton. Kebutuhan CPO untuk biodiesel diproyeksikan meningkat dari 12,4 juta ton pada 2025 menjadi lebih dari 14 juta ton pada 2026 dan berpotensi 17 juta ton pada 2027. Untuk mengantisipasi penyempitan ruang ekspor, GAPKI mendorong peningkatan produktivitas melalui peremajaan sawit rakyat dan mengusulkan pemerintah menyiapkan kawasan khusus pengembangan sawit untuk energi agar tidak mengganggu pasokan pangan dan ekspor.

Berita Terkait Lainnya