Euro di Terendah Tahun Ini vs Pound, Fiskal Prancis Menekan

Senin, 12 Oktober 2026 pukul 16.04
Euro di Terendah Tahun Ini vs Pound, Fiskal Prancis Menekan

Sumber Berita Asli

Feedberry — Bisnis, Pasar & Kebijakan Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Euro menyentuh level terendah tahun ini terhadap poundsterling, dengan pasangan EUR/GBP turun ke sekitar 0.8445-0.8450 atau melemah 0,17% dalam sehari. Tekanan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap posisi fiskal Prancis yang memasuki babak krusial, di mana parlemen mulai membahas rencana anggaran dengan target menurunkan defisit menjadi 5% dari PDB pada 2027, sementara utang publik Prancis mendekati 119% dari PDB. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis naik dan spread terhadap obligasi Jerman melebar ke level tertinggi dalam beberapa tahun, memicu aksi jual obligasi global yang menaikkan biaya pinjaman di hampir semua lini. ECB berada dalam posisi sulit karena inflasi belum sepenuhnya terkendali akibat biaya energi yang tinggi terkait perang di Timur Baru, sementara pertumbuhan perlu dilindungi. Poll Reuters menunjukkan 70 dari 73 ekonom memperkirakan ECB menahan suku bunga deposito di 2,50% pada 29 Oktober, namun 64 dari 73 memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada Desember. Sebaliknya, poundsterling diuntungkan karena MUFG menilai perkembangan negatif di zona euro meningkatkan daya tarik relatif pound, dan pasar bertaruh BoE akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Dampak ke Indonesia mengalir melalui imbal hasil US Treasury yang berada di 5,22%, mengurangi daya tarik SBN dan ekuitas negara berkembang. Rupiah berada di 17.894 terhadap dolar AS dan IHSG terkoreksi 2,59% ke 5,936 mencerminkan sentimen risk-off global. Harga minyak Brent di US$106,78 menambah tekanan biaya impor energi Indonesia sebagai importir minyak netto sekaligus memperbesar asumsi subsidi energi dalam APBN. Yang perlu dipantau adalah jalannya debat anggaran Prancis, rilis PDB Agustus Inggris pada Kamis, dan inflasi final zona euro pada Jumat.

Berita Terkait Lainnya