Netflix dikabarkan akan melakukan pemangkasan sekitar 800 karyawan atau 5 persen dari total 16 ribu karyawannya, yang rencananya dimulai pada pekan kedua Oktober. Pemangkasan ini diduga terjadi karena pertumbuhan perusahaan yang tidak sesuai ekspektasi dewan dan CEO, serta persaingan yang semakin ketat di pasar platform streaming.
Jika terealisasi, ini akan menjadi putaran PHK besar kedua bagi Netflix setelah tahun 2022 yang berdampak pada 200 karyawan. Saat itu, PHK terjadi akibat hilangnya 200 ribu pelanggan platform tersebut. Belum ada keterangan resmi dari pihak Netflix mengenai divisi mana yang akan terdampak.
CEO Netflix, Ted Sarandos, mengakui bahwa perusahaan tidak tumbuh secepat yang diharapkan, meskipun pendapatan naik dua digit di setiap wilayah geografis. Pada paruh pertama 2026, Netflix hanya mengalami kenaikan 2 persen dalam jumlah pelanggan global.
Netflix kini menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama setelah HBO Max bergabung dengan Paramount+ dan Discovery+ pasca merger Paramount Skydance dan Warner Bros, serta Disney yang menyatukan Disney+, Hulu, dan ESPN dalam satu aplikasi. Meski begitu, Netflix terus memperluas bisnis di luar layanan berlangganan seperti periklanan, siaran langsung, dan game.