Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menegaskan bahwa kemampuan kerajaan dalam memasok energi tetap tangguh di tengah gejolak pasar dan ancaman keamanan. Ia menekankan bahwa ketahanan energi tidak hanya diukur dari kapasitas cadangan, pipa, dan pembangkit listrik, tetapi juga dari kemampuan memelihara, memperbaiki, mengalihkan jalur, melakukan substitusi, dan memulihkan operasi di bawah tekanan. Pernyataan ini disampaikan setelah serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi dan bandara di Riyadh dalam beberapa hari terakhir, yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai ratusan lainnya. Serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap distribusi minyak, termasuk bagi Indonesia yang mulai mengimpor minyak mentah dari Amerika Serikat.